Kamis, 23 Maret 2017

Tips dan Trick Cara Mengerjakan Tes Kraepelin atau Tes Koran dengan Benar

Tips dan Trick Cara Mengerjakan Tes Kraepelin atau Tes Koran dengan Benar

Tes Kraepelin, atau tes koran, tes Pauli, diciptakan oleh Emil Kraepelin, seorang Psikiater dari Jerman pada akhir abad ke-19. Pada awalnya tes ini dimaksudkan untuk mengetahui kepribadian seseorang dengan kecenderungan klinis, diantaranya untuk mengukur ingatan, dan hal-hal yang berhubungan dengan kelelahan distraksi. Kemudian dalam perkembangannya alat tes ini dipergunakan untuk mengukur bakat, dengan cara mengubah tekanan pada proses skoring dan interpretasi lebih obyektif dan bukan penekanan pada interpretasi proyektif. Tes Kraepelin dipergunakan sebagai Tes Bakat, Tes Sikap Kerja, dan Tes Kepribadian untuk menentukan tipe performance seseorang. Dari hasil perhitungan obyektif, dapat diinterpretasikan empat (4) faktor bakat, yaitu: kecepatan, ketelitian, keajegan dan ketahanan.




Menurut Anne Anastasi, Tes Kraepelin merupakan Speed Test. Ciri utama dari speed test adalah tidak adanya waktu yang cukup bagi testi untuk menyelesaikan semua soal. Jadi pada Tes Kraepelin ini, testi memang tidak diharapkan untuk menyelesaikan sepenuhnya semua jalur. Yang dilihat disini adalah bagaimana kecepatan kerja testi dalam menyelesaikan setiap lajur. Kemudian aspek psikologis yang ikut berpengaruh dalam penyelesaian Tes Kraepelin ini bermacam-macam, diantaranya persepsi-visual, koordinasi sensori-motorik, pushing power, ketahanan, learning effect.

Tes Kraepelin terdiri dari 45 lajur angka 0 sampai dengan 9 yang tersusun secara acak, sebanyak 60 angka secara vertikal pada tiap-tiap lajur. Tugas testi adalah menjumlahkan 2 buah angka, mulai dari angka paling bawah pada tiap-tiap lajur, dalam batas waktu tertentu yang singkat. Sebagai tes kepribadian, Tes Kraepelin digunakan untuk menentukan tipe performance seseorang, misalnya:

  1. Hasil penjumlahan angka yang sangat rendah, dapat mengindikasikan gejala retardasi mental.
  2. Terlalu banyak salah hitung, dapat mengindikasikan adanya distraksi mental.
  3. Penurunan grafik secara tajam, dapat mengindikasikan adanya epilepsy atau hilang ingatan sewaktu tes.
  4. Rentang ritme/ grafik (antara puncak tertinggi dan puncak terendah), dapat mengindikasikan adanya gangguan emosional.

Menurut Guilford (1959), penjumlahan item yang berupa angka berupa satuan ini, bila ditinjau dari fungsi mental, tergolong convergent thingking. Namun jika dilihat dari isi itemnya tergolong numerical facility, yakni kecakapan menggunakan angka dengan cepat dan teliti. Menurut Freeman (1962), hasil tes ini sangat dipengaruhi oleh faktor sensory perception dan motor response. Menurut Thurstone, item-item dalam Tes Kraepelin mengandung salah satu kemampuan mental primer yaitu faktor number, dimana di dalamnya tercakup kemampuan menghitung simple arithmetic secara tepat dan teliti.

Tips mengerjakan tes Krepelin

Usahakan anda teliti dalam menjumlahkan angka dengan benar dan harus stabil pada masing-masing kolom, Kendalikan diri anda untuk menghemat tenaga dan waktu sambil mendengarkan arahan dari pengawas. Karena semakinbanyak kesalahn yang dilakukan, menunjukkan bahwa anda orang yang tidak teliti, tidak cermat dan tidak hati-hati serta kurang memiliki daya tahan yang cukup terhadap stress atau tekanan pekerjaan.

Contoh Mengerjakan Tes Kraepelin

Berikut ini merupakan contoh mengerjakan tes kraepelin dan penjelasannya. Cara mengerjakan tes kraepelin yaitu dengan menjumlahkan dua bilangan angka, yang kemudian jawaban ditulis disela-sela dua bilang yang dijumlahkan. Jika hasil penjumlahan berupa bilangan puluhan (dua digit) maka anda cukup menuliskan digit terakhirnya saja atau angka satuannya saja . Dibawah ini adalah contoh lembar tes kraepelin dan contoh jawabannya.


Seperti dijelaskan diatas, bahwa dalam mengerjakan tes kraepelin yaitu dengan menjumlahkan angka dari bawah ke atas, Seperti pada gambar diatas (3 + 1 = 4) maka hasil ditulis disela-sela angka. Sedangkan pada angka selanjutnya (1 + 9 = 10) maka angka yang ditulis hanya 0 saja karena termasuk dalam bilangan puluhan.
Penilaian yang diambil dari tes kraepelin bukan karena tinggi angka yang dijumlahkan melainkan hasil grafik yang dihasilkan dalam mengerjakan tes tersebut. Karena hal itulah, usahakan anda mendapatkan grafik yang stabil, tidak naik secara signifikan atau turun secara drastis. Buatlak patokan berapa angka yang anda harus kerjakan, sehingga anda akna mendapatkanhasil yang bagus. Perhatikan gambar dibawah.

Penjelasan penilaian dalam tes kraepelin

  1. Jika anda memperoleh hasil grafik datar, maka menunjukkan bahwa anda didalam bekerja stabil
  2. Jika anda memperoleh hasil grafik naik, maka menunjukkan bahwa anda didalam bekerja akan menunjukkan peningkatan dan dapat berprestasi.
  3. Jika anda memperoleh hasil grafik menurun, maka menunjukkan bahwa anda didalam bekerja akan menunjukkan penurunan seperti mudah lelah, kurang berprestasi, mudah bosan dan mudah jenuh.
  4. Jika anda memperoleh hasil grafik yang seimbang, maka menunjukkan bahwa anda di dalam bekerja akan menunjukan ketidak stabilan.
Bila anda membutuhkan format yang bisa di print (Cetak) silahkan kunjungi halaman berikut:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar