Minggu, 08 Maret 2015

CERITA BOKEP SISCA MAHASISWI BINUS NGEWE DI APARTEMENT HOT !!

CERITA BOKEP MAHASISWI BINUS NGEWE DI APARTEMENT DI DAERAH JAKARTA SELATAN

Suatu hari Siska harus mengikuti kuliah sore, karena jadwal seharusnya di pagi hari diundur karena kesibukan dosennya dalam menyelesaikan S3. Seperti biasa, tampilan trendy dan modes dan sekit minim dan seksi membalut tubuh putih mulus dan bersih dari sesosok cewek montok yang bernama Siska ini. Mata kuliah 90 menit dilakukan tanpa ada pelajaran, sang Dosen memilih meakukan Quiz. Alhasil seluruh Mahasiswa/i merasa bete karen ulah dosen ini. Dengan gontai Siska keluar ruangan, sama dengan temannya yang lain. 

Di lorong ruang kuliah, Siska yang tidak bergabung dengan teman cewek lainnya yang masih ngerumpi di ruang kelas. Begitu juga Doni, mencoba berlari kecil mengejar Siska untuk jalan bareng keluar gedung kuliah.
“Hei Sis,” Doni menyapa
“oh, Hai” dan Siskapun menoleh
“Gimana tadi? Sial Gue gak nyangka bakalan Quiz” geram Doni
“Iya sama” Siska menaikkan bahunya sembari kesal.
Akhirnya mereka sampai di lobi depan gedung kampus. Susana yang hampir sepi itu membuat Doni memberanikan diri bertanya kepada Siska,
“Sis, lu naik apa? Dijemput?”
“Hmm, ntar lagi kedepan mau cari taksi” jawab Siska.
Sontak saja Doni kemudian menawarkan mengantar Siska yang Apartemennya lumayan tidak jauh dari Kampus.
“Ok, lu tunggu disini saja ya, gue anterin. tunggu gue ambil mobil dulu di parkiran,” sambar Doni sambil berlalu.
Siskapun tidak bisa menolak ajakn Doni yang berlalu begitu saja.
Tak lama Honda Jazz merah menghampiri Siska, pintu kiripun terbuka dan Doni mengajak Siska untuk naik dari dalam mobilnya. Tanpa pikir panjang pula, Siska naik ke mobil Doni. Kemudian berlalu dari Kampus.
Tak berselang lama, sampai juga mereka di apartemen Siska. Siska kemudian mengajak Doni untuk mampir ke Apartemennya.
“Mampir dulu Don,” ajak Siska
“Ah, ga’ enak ah, takut gue ganggu nanti” sela Doni malu
“Ga’ apa apa kok, gue lagi sendirian adik gue lagi keluar kota” jawab Siska
“Ooo… jadi lu sama adik lu tinggal disini, ok dech klo gak ganggu ajah” Doni sumringah mendegarnya
“Oke kalau begitu kita ke parkiran saja. Nanti masuk lewat lift di parkir saja” sambil Siska menunjukkan arah parkir.
Di dalam lift, Doni sudah mulai berdebar ketika melihat tubuh montok Siska yang liuknya tersamarkan oleh lampu lift. Apalagi ketika Siska mengatakan kalau dia sedang sendirian di apatemen ini. Obrolan Siska yang menggoda serta suara kikuk Doni mulai membuat suasana menjadi mesum. Sampai di pintu kamar Siska, Doni mulai menunjukkan salah tingkahnya. Pintu kamar telah terbuka, semerbak harum ruangan menyapa Doni. Siska mempersilahkan Doni masuk. Ruangan yang rapi dan bersih membuat Doni merasa nyaman.
“Duduk Don, sorry lho ngerepotin,” sahut Siska sambil menaruh tas dan beberapa bukunya, “Minum apa Don, soft drink?” Siska berlalu menuju dapur sembari menggapai remote AC dan menyetel ke mode dingin sekali.
“Boleh Sis,” sahut Doni tak berhenti menatap goyangan pantat Siska yang gemulai.
Doni hanya bisa terduduk di sofa berwarna ungu. Tak bisa melakukan apapun. Dan tak lama Siska datang membawa dua gelas soft drink dan duduk di tepat sebelah Doni.
“Sorry Don, gerah banget, jadi biasa harus didinginkan dulu” sambil membuka beberapa kancing bajunya. Dan terlihatkah belahan dada yang menggebung dari toket montok Siska. Doni tidak menjawab, matanya melotot melihat belahan dada itu tanpa berkedip sedikitpun. Siska yang merasa diperhatikan, mulai menutup sedikit dan menyadarkan badannya di sofa itu, sambil meminum soft drinknya.
“Minum Don, jangan bengong gitu ntar kemsambet beneran” goda Siska
“eh, iya… ” Doni sedikit kikuk.
“emang adik lu gak balik malam ini?” tanya Doni memastikan
“yach paling besok, itupun sore” jawab Siska sembari membenahi rambutnya yang terlepas dari ikatannya.
Doni dengan sigap mencoba mengambil ikat rambut yang jatuh di sela sandaran sofa dan punggung Siska. Namun Siska keburu menjatuhkan badannya ke sandaran sofa dan akhirnya tangan Doni terjepit.
“Eh maaf, maaf” sela Siska sembari menarik punggungnya.
“oh, ga apa-apa sis”
Namun tangan Doni masih menempel dan mengikuti gerak punggung Siska. Tangan Doni terus menempel di punggung Siska dan semakin erat menempel, meskipun Siska menggerakkan tubuhnya berusaha untuk melepaskan tangan Doni. Namun usaha itu sia-sia.
“Tangan lu ngapain, Don?” seru Siska
Doni terdiam dan mencoba untuk mendorong tubuh Siska ke sandaran tangan sofa di ruang tamu Siska dengan tangan satunya lagi. Siska tidak kuasa menolaknya dan akhirnya diapun terbaring di sofa itu dan di atasnya dia lihat wajah Doni yang sudah siap-siap menghujani wajah dan melumat bibir Siska. Secara otomtis tangan Doni terlepas dan mulai meraba dan mencoba masuk ke dalam rok Siska. Doni pun sudah bisa merasakan kalau renda-renda celana dalam yang dipakai Siska.
Tanpa pikir panjang dia gerakkan tangannya di belahan tipis memek Siska secara perlahan. Siska berdesah dan mencoba berkata, “assshhhh… Don… lu na…” Belum habis Siska berkata, Doni melumat bibir Siska sehingga Siska tidak bisa berkata apa lagi. Tubuh seksi Siska menggeliat menikmati dan merasakan nikmatnya gempuran mesra yang dilayangkan Doni.
Namun ditengah kenikmatan, Siska mendorong keras tubuh Doni. Doni terkejut dan terdiam serta merasa bersalah.
“Sorry Don, gue kunci dulu pintunya. Biasa tetangga sering datang nyelonong begitu saja ngajak ngerumpi bareng.” Siska pun bergegas bagun dan mendekati pintu dan menguncinya. Sementara Doni tampak sibuk membenahi celananya yang sudah mulai sesak. Tanpa diduga, Siska sudah didepannya dan gantian, Siska mendorong tubuh Doni hingga terbaring. Dan Siska langsung membelai daerah vital Doni sehingga Doni tampak menggeliat kenikmatan. Sambil tersenyum Siska mulai membuka ikat pinggang dan resleting celana Jeans Doni. Tampak boxer warna hitam mulai menggelembung keatas. Tangan Siska mencoba masuk ke dalam boxer itu dan mebelai penis Doni. “Adik lu lumayan juga,” bisik Siska. Doni tersenyum dan mencoba membantu Siska melepaskan celana dan boxer yang dipakainya. Siska sepertinya sudah tak sabar lagi, tanpa diminta penis Doni sudah dilumatnya dan sesekali menjilatnya. Doni pun kegelian dan dalam kegeliannya itu dia berusaha untuk membuka satu persatu baju yang dipakai Siska sembari penasaran melihat montoknya toket Siska yang tampak gede itu. Siskapun mengerti apa yang diinginkan Doni. Siska berhenti melumat dan menjilat penis Doni dan mulai satu persatu pakaian ia tanggalkan sehingga Doni tidak melihat sehelai benangpun membalut tubuh yang molek itu. Doni memegang buah dada Siska sambil berguman montok sekali toket Siska. Sedangkan Siska mencoba untuk mengambil posisi diatas Doni yang dari tadi memijat dan menyentil puting susu toket gede montok. Penis Doni semakin mengeras ketika mulai bergesekan dengan bibir vagina Siska yang mulai mencoba melumat bibir Doni. Namun Siska memang sengaja terus menggesekkan Vaginanya di Penis Doni sembari menikmati melumat bibir Doni.
Tak lama berselang, Doni akhirnya memegang pinggul Siska dan mencoba mengajak vagina Siska untuk melumat penisnya. Siska kemudian menjulurkan tangannya kebawah dan memegang penis Doni dan menggiringnya tepat ke bibir vaginanya. Doni yang sudah merasakan kalau posisi sudah pas mantab mulai menarik pinggul Siska ke bawah dan jleb… secara perlahan masuklah penis Doni ke vagina Siska.
“Arrhhh… Asshhh…” Siska meringis.
Tangan Doni mulai memeluk erat pinggul dan meraba pantat Siska ketika Siska mulai secara perlahan menggoyangkan pinggulnya sehingga terjadi gesekan yang menggairahkan.
Sampai akhirnya, Siska tampak mempercepat goyangannya sembali merintih kenikmatan dan akhirnya cairan kental vagina keluar. Siska mulai melabatkan goyangannya dan mulai terkulai lemas diatas tubuh Doni.
Doni dengan sigap membalikkan tubuh dan berganti posisi. Dia mulai menarik kaki Siska dan menaruh betis Siska di bahunya, terlihat vagina basah Siska siap menerima gempuran penis Doni dan tanpa pikir panjang Doni memasukan penisnya yang masih tegang. Siska yang sudah merasakan klimaks labat laun mulai menikmati alunan gesekan yang dilakukan Doni. Donipun semakin cepat menggoyangkan pinggangnya dan dia segera mencabut penisnya dan ngecret diatas perut Siska. Donipun merasakan kepuasan begitu pula degan Siska.
Doni yang terengah menggapai Soft Drink yang masih tersisa. Sementara Siska terbaring lemas sambil menatap manja Doni.
“Don, lu tidur disini saja. Lu pasti capek. Besok pagi gue bangunin deh” pinta Siska manja.. tamat dhe :)


0 komentar

Posting Komentar