Senin, 24 Juli 2017

Ini dia Soal Psikotes untuk yang kerja di bidang Akuntansi Keuangan, dan Administrasi Perdagangan (ADKUDAG)

Ini dia Soal Psikotes untuk yang kerja di bidang Akuntansi Keuangan, dan Administrasi Perdagangan

Psikotes ADKUDAG
 singkatan dari Administrasi Keuangan dan Perdagangan merupakan psikotes bakat yang dirancang untuk inteligensi tingkat pendidikan minimal SMA karena dibuat untuk perekrutan karyawan di Dept. Keuangan dan Dept. Perdagangan. 


Biasanya Psikotes ADKUDAG ini sering kali dipakai instansi pemerintah, BUMN, Bank, dan lembaga Keuangan lainnya untuk yang melamar posisi penting bidang Keuangan dan Perdagangan.

Psikotes ini terdiri dari 5 Lima bagian dan dikeluarkan oleh UI

Deskripsi Tes:
Psikotes Adkudag I

Mengukur tentang- Kemampuan bahasa 
- kemampuan mengambil keputusan
- kemampuan berpikir fleksibel
- ketelitian
- konsentrasi
- daya tahan
- kemampuan menyesuaikan diri
ADKUDAG I
Pada tes ini terdapat 150 pasang kata (tunjukkan/balik lembar per lembar dan beritahu pada testee mana ke-150 pasang kata tersebut). Tugas Anda adalah mencari mana dari ke-150 pasang kata ini yang memiliki persamaan ataupun perbedaan. Bila terdapat persamaan antara satu kata dengan pasangannya, beri tanda O dan tulis di sini (tunjukkan di mana harus ditulis jawabannya). Tapi bila terdapat perbedaan antara satu kata dengan pasangannya, beri tanda X.  

Psikotes Adkudag II dan III- Kemampuan berhitung

- Konsentrasi
- Ketelitian
- daya tahan
- kemampuan analisa sintesa

ADKUDAG II (50 Soal)
Pada tes ini terdapat soal hitungan sederhana. Ada soal penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Tugas Saudara kali ini adalah menghitung dan mencari jawabannya. Beri tanda silang pada jawaban yang benar, seperti ini (tunjukkan dan beri tahu bagaimana harus memperbaiki kesalahan serta tempat menghitung). 

ADKUDAG III (25 Soal)
Pada tes ini terdapat soal hitungan yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Tugas Saudara kali ini pun adalah menghitung. 

Psikotes Adkudag IV (40 soal Klasifikasi)
- Memiliki keluasan pengetahuan
- kemampuan analisa
- judgement
- logika berpikir

ADKUDAG IV

Pada tes ini terdapat 40 uraian anggaran (tunjukkan mana ke-40 soal tersebut). Pada bagian ini (bagian atas) terdapat delapan kelompok anggaran, a, b, c, d, e, f, g, dan h. Tugas saudara adalah mengelompokkan ke-40 uraian tersebut ke dalam delapan kelompok anggaran. Jawaban Saudara diletakkan di sini (tunjukkan) dalam bentuk hurufnya saja dengan jelas (arti jelas di sini misalnya penulisan huruf a dan d harus dibedakan agar tidak keliru membacanya). 

ADKUDAG V

Pada tes ini terdapat 40 soal dengan pilihan jawaban. Tugas Anda adalah memilih salah satu pilihan jawaban yang paling tepat. Apakah ada pertanyaan?... Mari kita mulai!

Hasil jawaban dari tiap-tiap subtes dinilai dan dijumlahkan masing-masing. Skor mentah tersebut kemudian dikonversi menjadi skor standar dengan menggunakan norma tes Adkudag. Dengan demikian, kita dapat melihat gambaran kemampuan dari masing-masing aspek yang diukur pada diri testee.


Bacaan Lain
Soal dan Kunci Jawaban Psikotes UI-IST
Soal dan Kunci Jawaban Psikotes BLIT
Cara Menghadapi Psikotes
Psikotes untuk Masuk BUMN dan PNS
Soal Psikotes Bank BRI, MANDIRI, BNI, BTN
Kunci Jawaban Tes Kemampuan Verbal
Rahasia dibalik tes Menggambar Pohon, Orang dan Wartegg

10 Contoh Cara Menjawab Soal Jebakan Wawancara Kerja

Ketika hendak memasuki dunia kerja, pelamar pasti akan melalui berbagai macam seleksi. Mulai dari seleksi administrasi, seleksi tertulis yang kadang terdiri dari beberapa tahap, seleksi wawancara, tes psikologi hingga seleksi kesehatan.


Diantara sekian banyak seleksi yang harus dijalani, seleksi wawancara nampaknya menjadi hal paling menakutkan bagi peserta seleksi. Mengapa? Sebab dalam seleksi wawancara kerja, pelamar akan langsung bertatap muka dengan atasan.

Dimana ketika seleksi wawancara ini berlangsung, yang akan diperhatikan oleh pihak perusahaan bukan sekedar jawaban yang anda berikan namun juga bahasa tubuh serta penampilan saat wawancara anda akan dinilai. Dari setelan baju, gestur, sampai gaya bicara.
Tak cukup di situ, dalam seleksi wawancara kerja, biasanya anda pun akan menjumpai beberapa soal jebakan yang bisa membuat anda terlihat begitu ceroboh ketika tak dapat menjawabnya dengan tepat.
Untuk itulah, bagi anda yang hendak menghadapi seleksi wawancara kerja, ada baiknya anda tahu sebenarnya seperti apa sih contoh soal jebakan dan cara menjawab soal jebakan saat wawancara kerja.
Nah berikut ini beberapa contoh dan cara menjawab soal jebakan saat interview kerja.

1. Soal : Bagaimana anda mendeskripsikan diri anda dalam 3 kata saja

Ketika anda mendapat soal semacam ini, cara menjawab soal jebakan saat wawancara kerja yang tepat adalah dengan mendreskipsikan 3 kata yang menggambarkan diri and dalam 3 segi.
Yang pertama, pilih kata yang berhubungan erat dengan pekerjaan yang ingin anda dapatkan, semisal ketika anda melamar dalam sebuah perusahaan percetakan buku maka kata yang bisa anda pilih seperti kreatif.
Kemudian untuk kata yang kedua, anda bisa menonjolkan kelebihan anda dalam hal lain seperti cerdas. Dan kata yang terakhir tunjukkan sisi positif anda dalam kehidupan bersosialisasi seperti jujur.
Beberapa contoh kata tersebut telah mampu menggambarkan diri anda secara keseluruhan. Dan yang perlu anda ingat, pastikan anda tak menjawab soal ini hanya dengan 3 kata yang masih dalam 1 segi atau bahkan memiliki makna yang hampir sama.

2. Soal : Apa yang anda ketahui tentang perusahaan ini?

Soal kedua yang sering kali membuat para pelamar terlihat gugup adalah ketika ditanya terkait perusahaan tersebut. Sering kali orang membuat jawaban fatal dengan cara membandingkan perusahaan ini dengan perusahaan lain.
Justru cara menjawab soal jebakan saat wawancara kerja semacam ini, anda hanya perlu menjelaskan keunggulan yang dimiliki oleh perusahaan terkait tanpa perlu membandingkan dengan perusahaan lain.
Jawaban yang seperti inilah yang akan membuat anda terlihat lebih fokus dan memiliki keinginan tinggi agar dapat masuk dalam perusahaan tersebut.

3. Soal : Mengapa anda ingin bekerja di perusahaan ini, apa alasannya?

Masih terkait dengan pertanyaan sebelumnya, di mana cara menjawab soal jebakan saat wawancara kerja yang paling tepat adalah dengan menjabarkan alasan anda secara jujur tanpa merendahkan perusahaan lain yang tak ingin anda kunjungi.
dalam hal ini, yang perlu anda tekankan adalah bagaimana cara anda mampu menyampaikan alasan positif yang tak hanya akan memberikan dampak baik pada diri anda. Namun juga mampu memberikan dampak baik bagi perusahaan.
Semisal dengan menjawab bahwa perusahaan tersebut memberikan anda kesempatan untuk lebih mengembangkan skill anda dengan baik. Dengan begitu, otomatis tak hanya skill anda yang akan berkembang dengan baik namun juga akan memberikan dampak baik bagi perusahaan. Yaitu kemajuan karena skill pekerjanya yang juga meningkat.

4. Soal : Hal atau prestasi apa yang paling membanggakan dalam karir anda?

Ketika pihak pewawancara memberikan pertanyaan ini, biasanya mereka akan mencari tahu bagaimana karir anda sebelum masuk dalam perusahaan tersebut.
Dan cara menjawab soal jebakan saat wawancara kerja yang tepat dalam menjawab pertanyaan ini, justru bukan dengan memberikan semua penjelasan terkait prestasi atau proyek yang berhasil anda kerjakan. Lebih fokuslah pada proyek yang berhubungan dengan pekerjaan yang sedang anda lamar ini.
Semisal anda melamar di perusahaan dagang, maka jelaskan saja beberapa proyek marketing yang berhasil anda tangani dengan baik. Dan untuk proyek lain yang tak berhubungan dengan pekerjaan ini, baiknya tak begitu ditekankan.

5. Soal : Bagaimana pemikiran anda terkait dengan pekerjaan ini?

Dari gaya bahasanya saja mungkin anda sudah bisa menebak jika ini merupakan soal jebakan yang akan sangat membahayakan. Bagaimana tidak, ketika mendapat pertanyaan seperti ini, biasanya anda harus menjelaskan opini anda yang terkadang berbeda dengan pihak pewawancara.
Namun tak perlu panik, cara menjawab soal jebakan saat wawancara kerja yang tepat untuk pertanyaan ini adalah hanya dengan memberikan jawaban jujur yang tegas.
Pastikan anda memiliki minat atau kesenangan dalam menjalani pekerjaan tersebut terlebih dahulu, dengan begitu jawaban yang akan muncul terkait pertanyaan kelima ini bisa terangkai dengan mudahnya.
Selain itu, anda juga harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana cara kerja dari posisi yang anda lamar. Dengan begitu, anda bisa memberikan jawaban yang sinkron antara jawaban kerja dengan pekerjaan yang akan anda lakukan di posisi tersebut.

6. Soal : Berapa waktu yang anda butuhkan untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kami?

Ketika mendapat soal jebakan yang satu ini, sering kali calon pekerja akan memberikan jawaban waktu yang sangat singkat. Padahal, ketika diberikan jawaban tersebut, pihak perusahaan tidak semudah itu mempercayainya.
Bagaimana tidak, dalam waktu yang begitu dekat biasanya seseorang akan beradaptasi terlebih dahulu. Baru kemudian penyesuaian diri dan pengoptimalan diri dalam menjalani pekerjaan tersebut.
Untuk itulah, cara menjawab soal jebakan saat wawancara kerja yaitu dengan memberikan jawaban waktu yang realistis saja. Semisal ketika anda bekerja dalam posisi marketing, mungkin jawaban yang akan sesuai yaitu berkisar 3 bulan lebih.

7. Soal : Setelah membaca CV anda, kami merasa anda terlalu berpengalaman dalam posisi ini, Bagaimana pendapat anda?

Ya, selain memberikan pertanyaan yang akan menguras tentang bagaimana diri anda dan minta anda, sering kali pihak pewawancara juga memberikan soal jebakan yang berupa pujian.
Nah dalam hal ini, kunci utama anda tak boleh sombong. Pastikan diri anda tetap tenang dan memiliki sikap rendah hati serta semangat demi mendapatkan pekerjaan tersebut.
Jawaban yang mampu menunjukkan minat dan semangat anda ini bisa ditunjukkan dengan jawaban bahwa anda memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dan memberikan yang terbaik pada perusahaan yang baru anda masuki ini.
Cara menjawab soal jebakan saat wawancara kerja ini juga akan memberikan kesan tenang pada diri anda. Juga kesan mau bekerja keras demi mendapatkan hasil yang lebih baik dari pengalaman di perusahaan sebelumnya.

8. Soal : Bos seperti apa yang menurut anda buruk dan baik untuk bekerja sama?

Mungkin ini akan menjadi satu soal tersulit yang akan anda jawab. Tapi jika anda mengetahui cara menjawab soal jebakan saat wawancara kerja, sebenarnya soal jebakan ini sangat mudah di jawab.
Anda hanya perlu menjawab “saya mampu bekerja sama dengan siapa saja, karakter tak akan menjadi masalah asalkan mampu berkomunikasi dengan baik dan merencanakan segala sesuatu bersama dengan baik maka tidak akan ada bos yang butuk”.
Contoh jawaban seperti itulah yang akan menunjukkan bahwa diri anda tak pernah mempermasalahkan karakter seseorang, hanya bagaimana anda dan pihak atasan sama-sama memiliki keinginan untuk dapat bekerja sama dengan baik demi hasil yang maksimal.

9. Soal : Mengapa anda berhenti dari pekerjaan sebelumnya

Jika pertanyaan jebakan sebelumnya menuntut anda untuk lebih jujur dan terbuka, namun lain untuk pertanyaan jebakan yang satu ini. Dimana anda tak harus memberi tahu alasan pribadi mengapa anda berhenti dari pekerjaan sebelumnya.
Justru cara menjawab soal jebakan saat wawancara kerja yang tepat untuk pertanyaan ini adalah penekanan pada motivasi anda ingin melamar di perusahaan ini. Tunjukkan bahwa anda ingin mendapatkan posisi yang lebih sesuai dengan kemampuan anda di perusahaan ini.
Sebab untuk wawancara kerja, penjabaran alasan pribadi untuk pertanyaan semacam ini akan membuat anda terlihat tidak profesional dalam bekerja.

10. Soal : Jika boleh memilih perusahaan manapun, dimana anda ingin bekerja?

Pertanyaan jebakan terakhir yang sering kali diberikan oleh para pewawancara adalah pertanyaan tentang keinginan anda. Nah untuk menjawab pertanyaan yang satu ini. Akan lebih baik jika menyebutkan perusahaan tempat anda bekerja sebagai perusahaan pilihan anda.
Seperti jawaban “sebenarnya, ketika saya melihat target perusahaan yang inginkan, perusahaan ini telah menjadi pilihan saya. Sebab disini saya melihat banyak hal yang sudah berhasil dikembangkan oleh perusahaan ini, dan saya ingin menjadi bagian dari perkembangan atau proyek yang dikerjakan perusahaan ini”.
Jawaban semacam ini tentu akan membuat pihak perusahaan lebih mempertimbangkan anda sebagai karyawanya. Hindari menyebutkan nama perusahaan lai jika anda tidak ingin pihak perusahaan yang anda inginkan justru meragukan anda sebagai karyawannya.
Itulah beberapa contoh soal jebakan dan cara menjawab soal jebakan saat wawancara kerja yang tepat. Yang terpenting, ketika anda menghadapi jenis-jenis pertanyaan seperti di atas, buat diri anda tetap tenang dan tak terlihat tergesa-gesa.
Sebab ketika anda terlihat tenang itu pun akan menjadi nilai tambahan bagi anda. Dengan kesan anda pun mampu menghadapi segala permasalahan dalam bekerja dengan tenang.
Selain itu, anda juga perlu tegas dalam memberikan jawaban. Pastikan anda tidak terlihat pli plan atau bingung. Ketika anda sudah memulai menjawab pertanyaan, sebaiknya fokus pada satu tujuan jawaban anda. Hindari pikiran yang dapat membuat diri anda sendiri ragu dengan jawaban yang anda berikan.
Kemudian, anda pun harus memberikan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan. Jangan sampai anda tidak focus dan menjawab dengan pernyataan yang tidak nyambung soal yang diberikan.
Karena tahukah anda, dari jawaban-jawaban yang anda berikan pihak pewawancara pun dapat menilai bagaimana kinerja anda nantinya. Baik dari segi skill yang anda miliki, semangat kerja yang anda miliki, kemampuan bekerja sama hingga motivasi dan keinginan anda untuk membuat kemajuan dalam perusahaan tersebut.
Itulah beberapa tips yang bisa anda coba untuk menghadapi seleksi wawancara kerja. Ingat, sebelum membuat surat lamaran pekerjaan dan  melamar pekerjaan usahakan anda selalu memilih perusahaan dan posisi pekerjaan yang sesuai dengan skill dan latar belakang pendidikan anda. Dengan begitu, pihak perusahaan pun akan lebih mudah tertarik pada anda.
Dapatkan Ebook Gratis (selama masa Promo) hanya dengan membeli :
Kumpulan soal dan Pembahasan Psikotes
Ebook Gratis
1. Tips Menjawab Pertanyaan Wawancara dan Jawabannya
2. Top Q/A Job Interview and Model Answer (untuk interview Bahasa Inggris)
disusun oleh penulis yang berpengalaman 10 tahun dibidang perekrutan karyawan. 

Minggu, 14 Mei 2017

Tips Wawancara: Bohong saat Wawancara kerja? Apakah ketahuan?

Berbohong saat tes wawancara bukan hanya tak berguna, tapi juga bisa membuat Anda tidak diterima. Lebih bijaksana bila pertanyaan dijawab apa adanya, spontan, langsung ke pokok persoalan, tidak mengada-ada, tidak menggurui, dan sopan.


Padahal tinggal wawancara lo, kok gagal. Dulu juga begitu, selalu kandas di tahap ini". Keluhan macam itu banyak kita dengar dari mereka yang tak lolos dalam wawancara psikologi untuk melamar kerja. Sebuah kenyataan yang menyesakkan, apalagi kebanyakan tahapan wawancara berada diakhir proses seleksi. Lolos di sini berarti si calon diterima di tempat kerja yang baru.

Wawancara psikologi punya banyak makna. Ada beberapa versi, salah satunya, menurut Bingham dan Moore, wawancara adalah "... conversation directed to define purpose other than satisfaction in the conversation itself". Sedangkan menurut Weiner, "The term interview has a history of usage going back for centuries. It was used normally to designate a face to face meeting of individual for a formal conference on some point."

Dari kedua definisi itu didapatkan kondisi bahwa wawancara adalah pertemuan tatap muka, dengan menggunakan cara lisan, dan mempunyai tujuan tertentu.

Jangan dibayangkan wawancara itu sama dengan interogasi karena tujuan utamanya memang "berbeda", meskipun sedikit serupa dalam hal menggali dan mencocokkan data. Yang pasti, cara yang dipergunakan dalam kedua hal itu berlainan.

Interogasi lebih menekankan pada tercapainya tujuan, dengan berbagai cara dan akibat, baik secara halus maupun kasar. Posisi interogator lebih tinggi dan bebas daripada yang diinterogasi, serta lebih langsung.

Bandingkan dengan wawancara psikologi, di mana kedudukan antara pewawancara dan yang diwawancarai relatif setara. Kondisinya pun berbeda, karena tidak ada penekanan serta tidak menggunakan kekuasaan. Bahkan dalam kondisi ekstrem, seorang calon karyawan yang diwawancarai bisa saja tidak menjawab, pewawancara pun tidak akan memaksa. Namun, hal itu tentu akan sangat mempengaruhi penilaian dalam pengambilan keputusan seorang psikolog.

Cocok berbobot

Wawancara dalam tes psikologi (psikotes) sebenarnya satu paket dengan tes tertulisnya. Tes ini bertujuan mencari orang yang cocok dan pas, baik dari tingkat kecerdasan, serta sifat dan kepribadian. Istilah kerennya mendapatkan "the right man in the right place".

Dasar pemikiran lain kenapa perlu diadakan seleksi, yaitu adanya perbedaan potensi yang dimiliki setiap individu. Perbedaan itu akan menentukan pula perbedaan dalam pola pikir, tingkah laku, minat, serta pandangannya terhadap sesuatu. Kondisi itu juga akan berpengaruh terhadap hasil kerja. Bisa jadi suatu pekerjaan atau jabatan akan lebih berhasil bila dikerjakan oleh individu yang mempunyai bakat serta kemampuan seperti yang dituntut oleh persyaratan dari suatu pekerjaan atau jabatan itu sendiri.

Ada beberapa tujuan spesifik dari wawancara psikologi. Pertama, observasi. Dalam hal ini calon kar-yawan dilihat dan dinilai. Mulai dari penampilan, sikap, cara menjawab pertanyaan, postur - terutama untuk pekerjaan yang memang membutuhkannya, seperti tentara, polisi, satpam, dan pramugari. Penilaian juga menyangkut bobot jawaban dan kelancaran dalam menjawab.

Demikian pula perilaku dan sikap-sikap yang akan muncul secara spontan bila berada dalam situasi yang baru dan mungkin menegangkan. Misalnya, mata berkedip-kedip atau memutar jari-jemari yang dilakukan tanpa sadar.

Dalam hal bobot jawaban, misalnya, si calon bisa dinilai apakah ia memberikan jawaban yang dangkal atau tidak, atau malah berbelit-belit. Jawaban berupa "Ingin naik pesawat" atau "Ingin ke luar negeri" merupakan contoh jawaban yang dinilai dangkal atas pertanyaan alasan menjadi pramugari.

Sedangkan kelancaran dalam menjawab biasanya dinilai dari berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh seorang calon karyawan untuk menjawab pertanyaan.

Dalam wawancara psikologi yang diperlukan sebenarnya jawaban spontan dan tidak mengada-ada. Misalnya, apabila ditanya alamat, sebut saja alamat kita. Tidak usah ditambah-tambahi atau malah berlagak sok pintar.

Tujuan berikutnya dalam tes wawancara adalah menggali data yang tidak didapatkan dari tes tertulis. Misalnya, apakah istri bekerja, anak bersekolah di mana, masih tinggal bersama orangtua atau tidak, serta apa judul skripsi dan berapa nilai yang didapat.

Yang tidak kalah penting dalam mempengaruhi penilaian adalah kecocokan data. Benarkah data yang ditulis oleh sang calon?

Atas dasar itu seorang psikolog sering melontarkan pertanyaan untuk menilai tingkat pemahaman dan intelegensi si calon. Misalnya, calon mengaku berpendidikan S2, maka diajukan pertanyaan yang sesuai dengan tingkat pendidikan itu. Bila jawabannya kurang bermutu, dapat saja diambil kesimpulan bahwa calon memiliki intelegensi yang kurang atau dianggap tidak serius selama menjalani proses pendidikan.

Sering juga terjadi hasil tes tulis bagus, tapi hasil wawancaranya kurang meyakinkan. Hal ini bisa terjadi karena mungkin ia telah beberapa kali mengikuti psikotes atau pernah mengikuti bimbingan psikotes. Tes ulang dapat menjadi alat untuk mengatasi keraguan itu.

Dalam konteks di atas, tidaklah mungkin seorang calon membohongi psikolog. Riskan pula bila dia tidak menjawab dengan sebenarnya. Terbuka sudah kepribadiannya yang tidak jujur, padahal kejujuran merupakan prasyarat penting untuk perusahaan.

Pada wawancara untuk evaluasi karyawan atau promosi jabatan biasanya data curiculum vitae (CV) dari instansi atau perusahaan sudah diberikan semua dari Bagian Personalia.

Manfaat lain wawancara adalah melengkapi data yang terlupakan atau tidak tertulis secara lengkap. Misalnya, sudah pernah mengalami psikotes atau belum. Kalau sudah, berapa kali? Untuk apa? Lulus atau tidak? Mungkin juga minat ataupun gaji yang diinginkan. Yang terakhir, manfaat wawancara yaitu untuk membuat keputusan.

Dari hasil pemeriksaan psikologi tertulis dan wawancara, dibuatlah kesimpulan, apakah calon ini memenuhi syarat seperti job description yang diberikan oleh perusahaan atau tidak.

Terkadang ada psikotes yang tidak menggunakan wawancara. Semua itu tergantung tujuan pemeriksaan, ketersediaan data yang mungkin sudah lengkap, serta tidak begitu mensyaratkan penampilan atau postur. Misalnya, bila yang diperlukan operator komputer, yang penting dia bisa komputer dan inteligensinya cukup.

Rabu, 03 Mei 2017

Soal Psikotes: Metode Tes IQ dengan Raven Standar dan Advanced Progresive Matriks

Soal Psikotes: Metode Tes IQ dengan Raven Standar Progresive Matriks dan Raven Advanced Progressive Matriks


Mau punya soal psikotes Standard Progresive Matriks?

Silahkan baca artikel ini:
Paket Soal Jawaban Pembahasan Psikotes UI-IST-TOEFL



R-SPM (Raven’s Standard Progressive Matrices) merupakan salah satu bentuk test inteligensi yang tidak membutuhkan kemampuan verbal ataupun kemampuan dalam berhitung sama sekali. RPM menggunakan kemampuan spasial, yaitu kemampuan dalam merangkai bentuk dan juga ruang dalam mengerjakannya. RPM merupakan bentuk test inteligensi yang sifatnya supplementary, atau bisa disebut sebagai test tambahan dalam rangkaian test inteligensi. Test RPM ini bisa diberikan secara indivudal, maupun klasikan atau kelompok. Sama seperti beberapa test inteligensi lainnya, RPM (Raven’s Progressive Matrices) merupakan bentuk test inteligensi yang sifatnya battery test, yang artinya, pengerjaannya diberi batasan waktu.

RPM merupakan test yang cenderung umum dan universal, dan banyak digunakan untuk mengetes kapasitas atau kategori inteligensi pada usia 16 hingga 60 tahun. Terdapat 3 bentuk RPM, yaitu APM (Advanced Progressive Matrices,  CPM atau Colored Progressive Matriced (Untuk usia anak – anak), dan juga SPM atau Standard Progressive Matrices (untuk usia remaja dan dewasa). Semua test tersebut memiliki administrasi yang sama, dan hanya berbeda dari sisi soal dan juga warna saja.

Pada kali ini kita akan mengenai test Raven Standard Progresive Matrices

Gambaran mengenai test RSPM

Secara umum, test RSPM ini terdiri dari dua buah buku soal, yaitu buku set 1 dan set 2. Buku soal set 1 terdiri dari 12 soal, dan set 2 memiliki jumlah 36 soal. Dalam test RSPM, terdapat sebuah gambar di dalam bentuk persegi besar (bisa dianggap sebagai taplak meja, kain, ataupun pola) dimana satu bagian dari persegi tersebut kosong (tidak memiliki pola). Tugas dari peserta atau klien adalah mengisi pola atau bagian yang kosong tersebut, dengan memilih satu dari 8 buah pilihan potongan pola, yang cocok dan membuat persegi atau kain tersebut memiliki pola yang utuh.
Skoring pada test RPM sangatlah mudah. Skorer hanya perlu melihat kunci jawaban yang sudah tersedia di dalam buku manual atau buku petunjuk. Kemudian, skorer menghitung, berapa jumlah kesalahan, dan juga berapa jumlah nomor yang dijawab dengan benar oleh klien ataupun peserta. Sehingga nantinya, test RPM ini akan menunjukkan hasil skoring berupa :
  1. Jumlah benar
  2. Jumlah salah
  3. RS
  4. SS
RS dan juga SS pada lembar skoring test RPM ini berkaitan erat dengan skor dan juga konversi skor. RS merupakan kependekan dari Raw Score, alias skor mentah. Raw Score ini merupakan nilai atau skor dari total jumlah jawaban benar yang dihasilkan oleh klien atau peserta. Sedangkan yang dimaksud SS adalah Scaled Score. Scaled Score merupakan nilai atau skor hasil konversi dari Raw Score, dengan menggunakan norma konversi RPM yang sudah terstandarisasi.
Hasil SS atau scaled score ini menjadi tolak ukur dalam menginterpretasikan kategori kecerdasan atau inteligensi seseorang. perlu diingat, test RPM tidak akan menghasilkan skor IQ pada peserta atau klien, namun hanya menghasilkan kategori kecerdasan atau kategori inteligensi dari peserta atau klien saja. Ada beberapa kategori kecerdasan pada test RPM, yaitu :
  1. Kategori superior
  2. Kategori di atas rata – rata
  3. Kategori rata – rata
  4. Kategori di bawah rata – rata
RPM sangat berguna ketika tester / psikolog / psikiater / assessor ingin melihat kapasitas intelektual dari individu atau klien dengan cepat dan singkat, tanpa perlu memberikan test inteligensi ataupun tanpa membutuhkan skor IQ yang dimiliki oleh individu.


Bacaan Lain
Soal dan Kunci Jawaban Psikotes UI-IST
Soal dan Kunci Jawaban Psikotes BLIT
Cara Menghadapi Psikotes
Psikotes untuk Masuk BUMN dan PNS
Soal Psikotes Bank BRI, MANDIRI, BNI, BTN
Kunci Jawaban Tes Kemampuan Verbal
Rahasia dibalik tes Menggambar Pohon, Orang dan Wartegg



Senin, 01 Mei 2017

Contoh Soal Jawaban dan Pembahasan Psikotes EPPS Tes Psikologi Keribadian Individu

Contoh Soal Jawaban dan Pembahasan Psikotes EPPS Tes Psikologi Keribadian Individu


Psikotes EPPS (Edwards Personal Preference Schedule) adalah tes yang meminta peserta tes psikotes untuk memilih kecenderungan (yang kita sukai) diantara 2 pernyataan. Walaupun ke-2 pernyataan tersebut tidak ada yang kita sukai, kita tetap harus memilih salah satu yang mendekati diri kita. Tujuan tes ini untuk mengukur kepribadian orang dilihat dari kebutuhan-kebutuhan yang mendorongnya (ada 15 faktor pasangan item yang disajikan menjadi 225 pasang item soal)

Lima belas pasangan item yang diulang dua kali untuk skala konsistensi :
1.      Prestasi: Sebuah kebutuhan untuk menyelesaikan tugas dengan baik
2.      Menghormati: Sebuah kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan dan menunda untuk orang lain
3.      Order: Sebuah kebutuhan untuk merencanakan dengan baik dan terorganisir
4.      Pameran: perlu A menjadi pusat perhatian dalam sebuah kelompok
5.      Otonomi: Sebuah kebutuhan untuk bebas dari tanggung jawab dan kewajiban
6.      Afiliasi: Sebuah kebutuhan untuk membentuk persahabatan yang kuat dan lampiran
7.      Intraception: Sebuah kebutuhan untuk menganalisis perilaku dan perasaan orang lain
8.      Succorance: perlu A untuk menerima dukungan dan perhatian dari orang lain
9.      Dominasi: Sebuah kebutuhan untuk menjadi pemimpin dan pengaruh orang lain
10.  Penghinaan: Sebuah perlu menerima penyebab masalah dan mengaku kesalahan kepada orang lain
11.  Merawat: A, yang perlu bantuan untuk orang lain
12.  Perubahan: Sebuah kebutuhan untuk mencari pengalaman baru dan menghindari rutin
13.  Endurance: A perlu untuk menindaklanjuti tugas dan menyelesaikan tugas
14.  Heteroseksualitas: Sebuah kebutuhan untuk dihubungkan dengan dan menarik untuk anggota lawan jenis
15.  Agresi: Sebuah kebutuhan untuk mengekspresikan pendapat seseorang dan bersikap kritis terhadap orang lain

Berikut contoh pertanyaannya;

Perhatikan contoh di bawah ini:
A. Saya suka berbicara tentang diri saya dengan orang lain.
B. Saya suka bekerja untuk suatu tujuan yang telah saya tentukan bagi diri saya.
Yang manakah dari dua pernyataan tersebut lebih menggambarkan diri Anda?
  1. Bila Anda lebih suka pernyataan A daripada B, maka hendaknya Anda memilih A. Tetapi bila Anda lebih suka pernyataan B daripada A, maka hendaknya Anda memilih B.
  2. Mungkin Anda suka atau bahkan tidak suka A dan B kedua-duanya. Dalam hal ini, Anda tetap diharapkan tetap memilih satu saja di antara dua. Pilihlah yang paling menggambarkan diri Anda.
contoh lainnya:
A. Saya suka menolong teman-teman saya, bila mereka berada dalam kesulitan.
B. Saya ingin melakukan pekerjaan apa saja sebaik mungkin.
A. Saya ingin mengetahui bagaimana pandangan orang-orang besar mengenai berbagai masalah yang menarik perhatian saya.
B. Saya ingin menjadi seorang ahli yang diakui dalam salah satu pekerjaan atau sedang khusus.
A. Saya ingin agar setiap pekerjaan tulisan saya teliti, rapi, dan tersusun dengan baik.
B. Saya ingin menjadi seorang ahli yang diakui dalam salah satu pekerjaan, jabatan atau bidang khusus.
Bentuk pertanyaan inilah yang harus anda selesaikan. Biasanya soal EPPS ini berjumlah 100, anda harus menyelesaikannya dalam waktu 24 menit, jawablah setiap pertanyaan yang mencerminkan posisi pekerjaan yang sedang anda lamar.

dibawah ini adalah gambar lembar jawaban untuk soal psikotes EPPS (resolusi rendah). 

Penggunaan soal EPPS sering kali dipakai untuk tes Psikologi kepribadian calon karyawan/pekerja, hasil EPPS ini dipakai untuk memutuskan apakah seseorang bisa bekerja sesuai dengan pekerjaan yang dilamarnya atau tidak. Hal ini untuk menghindari orang yang tidak cocok kepribadiannya dengan posisi yang dilamar.

Bagi yang ingin memiliki soal Psikotes EPPS dan pembahasan lengkapnya silahkan membaca artikel berikut:\